Jadi, seperti biasa aku sedang sekarat di penjara berjalan ini dengan kaset-kaset rusak yang sepertinya mempunyai darah yang sama denganku. Tapi setidaknya aku masih bisa melihat dunia luar lewat jendela.
Penjara
berjalan ini sedang menuju sebuah resort
atau penginapan dengan fasilitas yang terletak di dekat pantai. Ketika mulai
dekat dengan tujuan, rumah-rumah yang terlihat sepanjang jalan bukan di tanah
lagi melainkan pasir. Terlihat pula gurun pasir yang dipakai untuk sandboarding.
“wah seru ya…”
Beberapa menit
kemudian sampailah di destinasi yang ditunggu-tunggu setelah melalui gunung dan
berhenti di I***maret untuk membeli snack dan ke kamar kecil biar gak banjir di
dalam penjara berjalan. Aku ingat ada patung orang di pintu masuk dan di depan
lobby terlihat pondok-pondok yang lucu...
bersambung...

Comments
Post a Comment